Selasa, 28 September 2010

Sumber Berita dan Teknik Wawancara

Pengertian Berita
Berita adalah sesuatu yang aktual serta dipilih oleh wartawan untuk dimuat ke dalam media karena menarik dan memiliki arti penting bagi pembaca. Berita memiliki beberapa kriteria, yaitu harus akurat, lengkap, objektif, seimbang, jelas dan ringkas. Adanya sebuah berita pasti dikarenakan adanya sumber berita yang menciptakan berita tersebut.

Sumber Berita
Sumber berita dapat berupa manusia atau peristiwa yang menjadi awal terciptanya sebuah berita , bisa berwujud individu atau lembaga. Contoh dari sumber berita individu adalah : pemberitaan tentang Susno Duadji, sedangkan contoh dari sumber berita lembaga adalah : pemberitaan tentang pemilihan calon Ketua Umum dari Partai Demokrat.
Sumber berita merupakan awal mula dari terciptanya sebuah berita dan merupakan aspek penting dalam peliputan yang dilakukan oleh wartawan. Dalam peliputannya wartawan harus pandai-pandai memilih sumber berita yang benar-benar baik agar dapat menghasilkan berita yang baik dan benar karena kebenaran adalah salah satu ukuran untuk menentukan baik buruknya suatu produk jurnalistik.

Syarat Sumber Berita
Syarat-syarat sumber berita antara lain adalah :
1. Layak dipercaya/ credible dalam hal ini wartawanlah yang menilai
2. Memiliki otoritas dan wewenang
3. Kompeten/ menguasai dalam bidangnya
4. Berkaitan langsung dengan peristiwa

Fungsi Sumber Berita
Secara fungsi sederhananya sumber berita dibagi menjadi dua, yang pertama adalah sebagai pemasok berita atau penyalur informasi, dan yang kedua adalah sumber yang akan menjadi subjek dalam liputan. Pemasok berita biasanya memiliki kepentingan-kepentingan khusus entah itu kepentingan pribadi ataupun golongan sehingga wartawan harus berhati-hati agar nantinya berita tersebut tidak keluar dari topik utamanya.

Macam-macam Sumber Berita
Sumber berita dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Sumber berita tertulis (paper trail)
Sumber berita ini berbentuk tulisan yang memberikan informasi kepada khalayak yang dapat berupa berita pers, makalah, atau dalam bentuk dokumen lain. Tentu saja kita tidak boleh langsung mencerna sumber berita semacam ini, untuk mendapatkan akurasi dan objektivitas diperlukan adanya investigasi atau analisis yang lebih mendalam.
2. Sumber berita elektronik (electronic trail)
Sumber berita ini dapat diperoleh lewat internet, televisi, atau radio. Karena berhubungan dengan elektronik, tentu saja diperlukan perangkat teknologi dan ketrampilan dalam mengoperasikan alat elektronik unutuk mendapat berita dari sumber ini.
3. Sumber berita orang (people trail)
Berita yang diperoleh memanfaatkan adanya narasumber utama yang memahami dan mengerti bagaimana topik yang akan dijadikan berita. Narasumber perlu dikonfirmasi lebih lanjut atas pernyataan yang diberikan untuk menjaga akurasi dan objektivitas yang sangat dibutuhkan.
4. Sumber berita kantor berita (news office trail)
Informasi untuk berita diperoleh dari kantor berita yang biasanya dimiliki pemerintah pusat yang menyimpan dokumentasi berita yang dipublikasikan secara nasional.

Informan sebagai Sumber Berita
Bagi para wartawan investigasi kehadiran sumber berita tidak resmi yang cenderung bersifat rahasia akan sangat menguntungkan. Karena orang-orang yang menjadi informan bisa jadi memiliki informasi yang seringkali tidak akan dibagi oleh sumber berita resmi. Informasi yang diberikan informan termasuk informasi yang sensitif sehingga namanya tidak pernah dicantumkan dalam berita demi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan informan. Informasi yang didapat boleh-boleh saja dijadikan sumber berita utama asalkan telah memenuhi syarat informasi yang dibutuhkan dan kehadirannya dimaksudkan untuk memberikan informasi yang lebih jelas dan gamblang bagi publik.

Jejaring Sosial dan Sumber Berita
Di era yang serba canggih dan instan ini, sumber berita bisa sangat mudah diperoleh dari hadirnya jejaring sosial semisal Facebook atau Twitter. Mengapa demikian? Karena hampir setiap orang yang hidup dalam lingkungan sosial yang sangat membutuhkan sarana untuk berkomunikasi memiliki account jejaring sosial seperti di atas. Mulai dari masyarakat awam sampai para selebritas memanfaatkan .fasilitas jejaring sosial itu untuk sharing atau berbagi informasi tentang diri mereka sendiri seperti kegiatan mereka sehari-hari atau pun pikiran-pikiran yang muncul dalam diri mereka lewat kegiatan yang biasa disebut update status. Mungkin saja update status oleh para selebritis ini dianggap lebih nyaman dilakukan mereka sendiri daripada memberikan statement langsung di depan pers yang seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan posisi mereka dalam topik yang sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat luas. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan para pewarta hiburan yang dapat dengan mudah memperoleh berita otentik dan akurat langsung dari apa yang ditulis para selebritas itu sendiri di status jejaring sosial mereka.
Akan tetapi akan sangat membantu apabila seorang wartawan juga harus pandai dalam mencari sumber berita, melobi, dan melakukan usaha pendekatan lainnya kepada sumber agar dapat memudahkan mendapatkan akses mencari dan meliput suatu peristiwa untuk dijadikan sebuah berita yang nantinya akan disajikan kepada masyarakat.

Pengertian Wawancara
Wawancara adalah slah satu cara yang dilakukan wartawan untuk mendapatkan informasi dari narasumbernya. Wawancara adalah suatu proses mengharuskan penafsiran dan penyesuaian terus menerus. Wawancara adalahsuatu teknik mencari fakta dengan meminjam indera (mengingat dan merekonstruksi) sebuah peristiwa, mengutip pendapat, dan opini narasumber.
Menurut Mike Fancher, wawancara yang baik adalah membuat narasumber mengatakan apa yang ia pikirkan, bukannya memikirkan apa yang harus dikatakan.

Teknik-teknik Wawancara
Dalam wawancara dikenal beberapa teknik, yaitu:
1. Wawancara secara tatap muka. Dilakukan secara berhadap-hadapan dan memungkinkan tergalinya informasi dari narasumber
2. Wawancara melalui telepon. Ini biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi dan mengejar deadline.
3. Wawancara kelompok. Percakapan dilakukan dengan lebih dari satu orang narasumber dalam satu kesempatan. Contohnya ketika terjadi bencana alam atau tindakan kriminalitas.
Selain yang disebutkan di atas, wawancara berita setidaknya membutuhkan ketrampilan dasar sebagai berikut:
• Memahami maksud dan tujuan wawancara
• Menguasai topik dan materi wawancara
• Mampu menata organisasi wawancara, termasuk waktu wawancara
• Mampu mendeteksi kesesuaian hasil wawancara dengan proyeksi berita yang akan ditulis
Tujuan Wawancara
1. Tujuan faktual
Untuk mencari, menggali, dan mengumpulkan fakta-fakta yang mendukung berita.
2. Tujuan riset
Untuk memperoleh informasi, fakta, dan data penting yang terkait dengan berita.
3. Tujuan penegasan
Untuk menguji tingkat kebenaran dan aktualitas informasi yang berkembang di masyarakat.

Macam-macam Wawancara Berdasarkan Tujuan
Wawancara berdasarkan tujuannya dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Wawancara untuk membuat berita kutipan (quote story) yang disebut juga talking news. Berita kutipan adalah berita yang berisi ucapan atau pendapat seseorang atau beberapa orang yang memberikan makna pada ucapan-ucapan itu.
2. Wawancara untuk membuat berita yang didasarkan pada wawancara. Yaitu berita yang fakta-faktanya dikumpulkan melalui proses wawancara.

Bentuk-bentuk Wawancara
Dalam jurnalisme modern, dikenal 3 bentuk wawancara :
1. Wawancara berita (news interview) sebuah bentuk wawancara untuk memberitakan keterangan ahli tentang masalah yang tengah hangat.
2. Wawancara profil pribadi (personality interview). Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada sosok yang diwawancarai untuk mengungkapkan kepribadiannya melalui kata-katanya sendiri.
3. Wawancara kelompok (sympostum interview) dimana pandangan atau sikap sejumlah responden, yang kadang-kadang besar jumlahnya diangkat menjadi berita.

Syarat Wawancara yang Baik
Sedangkan wawancara dapat dikatakan efektif jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
• Berlangsung 30 menit lebih lama dari jadwal waktu yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan dengan maksud memberi ruang bagi narasumber untuk memberikan informasi-informasi tambahan yang memperkuat hasil wawancara tersebut.
• Datang tepat waktu
• Susun pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber terlebih dahulu.
• Ketika proses wawancara berlangsung,usahakan posisi tidak jauh dari narasumber, hal ini guna menciptakan rasa keakraban.
• Memulai wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan yang ringan.

Pertanyaan dalam Wawancara
Berbagai pertanyaan yang dapat digunakan dalam proses wawancara antara lain :
• Pertanyaan yang bersifat terbuka,dengan maksud mencairkan suasana serta kebekuan selama proses wawancara serta tanpa maksud menggali informasi mengenai topik yang dibicarakan.
• Pertanyaan langsung yan bersifat lebih spesifik sehingga menemukan sifat dari topik yang dibicaakan.
• Pertanyaan tertutup.
• Pertanyaan menyelidik,mengikuti pertanyaan langsung dan tertutup.
• Pertanyaan “cermin” yang dilakukan dengan maksud menegaskan kembali pertanyaan terdahulu sehingga membantu narasumber untuk meninjau kembali pernyataan sebelumnya.
• Pertanyaan hipotesis, ditujukan pada saat menjelang akhir wawancara dengan tujuan memberikan narasumber untuk berspekulasi mengenai sebuah topik yang tengah hangat diperbincangkan.

Wawancara Investigatif
Untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi dalam wawancara investigatif, wartawan serta narasumber hendaknya menyetujui sebuah kesepakatan mengenai pernyataan,dimana semua pernyataan narasumber boleh dipakai atau tidak. Hal ini bertujuan untuk menghindari beberapa pelanggaran. Jenis keterangan narasumber yaitu :
• On the record,dimana semua pernyataan boleh langsung dikutip dengan menyertakan nama serta gelar orang yang membuat pernyataan tersebut(narasumber).
• On background,dimana semua pernyataan boleh dikutip,tetapi tanpa menyebutkan nama atau gelar tertentu orang yang memberikan pendapat.
• On deep background,Apa yang dikatakan narasumber boleh dipergunakan,akan tetapi tidak dalam kutipan langsung dan tidak untuk sembarang jenis penyebutan narasumber.
• Off the record,dimana informasi yang diberikan hanya untuk wartawan serta tidak boleh dicetak atau disebarluaskan dalam bentuk apapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar