Tampilkan postingan dengan label kontroversial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontroversial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

Gerakan Pemujaan Gus Dur


Terus terang, akhir-akhir ini rasanya sumpek melihat berita-berita TV. Isinya didominasi pemujaan-pemujaan terhadap Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Banyak suara-suara yang mengusulkan agar Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Termasuk gerakan di DPR, facebook, dan sebagainya. Sementara pernyataan dari tokoh-tokoh Islam, seperti MUI, PP Muhammadiyyah, dan sebagainya “setali tiga uang”. Semua mengarah kepada upaya memuja Gus Dur. (Atau mungkin mereka ingin menempatkan Gus Dur sebagai “nabi jaman modern”? Entahlah).

Jujur saja, sikap-sikap seperti inilah yang selama puluhan tahun telah mematikan cahaya kebenaran. Ummat Islam tidak diajari bersikap tegas, jelas, dan lurus. Para elit agamawan, tokoh sosial, dan politik berlomba-lomba mencari muka, dengan resiko mengundang kemurkaan Allah Al Aziz. Na’udzubillah min dzalik.

Bayangkan, saat tahun 2001 lalu, ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, mayoritas kekuatan politik di Indonesia menyerang dirinya dari berbagai sisi. Segala macam dalil-dalil untuk menjatuhkan Gus Dur, dikeluarkan semua. Termasuk foto Gus Dur memangku Ariyanti Sitepu, VCD Gus Dur dibaiat di gereja, dokumen keterlibatan Gus Dur dalam partai Ba’ats Irak, dan sebagainya. Tetapi lihatlah saat ini, setelah Gus Dur meninggal, semua orang berusaha memuja-muja Gus Dur. Seolah dia adalah ‘Tuhan’ yang berhak diagung-agungkan.

Ummat Islam mundur terus-menerus karena sejak lama ditipu terus oleh elit-elitnya. Mereka tidak diajari sikap yang benar, konsisten, tegas, dan pemberani. Semua elit rata-rata mencari muka, dengan alasan “sikap diplomatis”. Ya, ada kalanya “sikap diplomatis” bisa dipakai. Tetapi tidak dalam segala persoalan harus memakai “sikap diplomatis”. Dalam urusan akidah yang membahayakan Ummat, seperti dalam soal film “Kiamat 2012” lalu itu, kita harus bersikap tegas.

Baiklah, mari kita bahas kembali tentang Gus Dur. Siapakah Gus Dur ini? Siapakah dia, bagaimanakah ideologinya? Bagaimana perjuangannya?

Dari sekian banyak proses pembacaan dan analisis terhadap kiprah Gus Dur sejak dia memimpin PBNU, saya dapat menyimpulkan, bahwa: “Mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un ketika Gus Dur meninggal, adalah kesalahan. Kematian Gus Dur bukanlah musibah, tetapi bagian dari pertolongan Allah Al Aziz kepada kaum Muslimin di Indonesia.”

Ketika bicara tentang Gus Dur, maka kita harus berbicara tentang YAHUDI. Nah, inilah asas segala pembicaraan tentang Gus Dur. Siapapun yang berbicara tentang Gus Dur tanpa menyinggung gerakan Yahudi internasional, dia salah!!!

Coba kita runut masalah ini secara jernih, bi idznillah:

[01] Setiap hari kita membaca Surat Al Fatihah dalam Shalat. Disana ada doa, agar kita diberi petunjuk oleh Allah, yaitu mengikuti Shiratal Mustaqim. Shirat Al Mustaqim ini bukan jalan “al maghdhub ‘alaihim” (jalan orang yang dimurkai oleh Allah). Nabi Saw menjelaskan, bahwa kaum yang dimurkai itu adalah kaum Yahudi. Maka ketika kita bicara tentang Yahudi, otomatis kita bicara tentang suatu kaum yang dimurkai Allah Al Aziz. Ini bukan perkara sepele, tetapi amat sangat serius.

[02] Yahudi (Bani Israil) mengalami pasang-surut gerakan selama ribuan tahun. Awal gerakan mereka adalah di masa Nabi Ya’qub As dan anak keturunannya yang diberi tempat oleh raja Mesir di Kan’an. Di kalangan Bani Israil ada yang shalih-shalih, tetapi lebih banyak yang durhaka. Para Nabi-nabi, seperti Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Isa, dan lain-lain ‘alaihimussalam, mereka termasuk bagian Bani Israil yang shalih-shalih.

[03] Di jaman modern, atau setidaknya setelah Eropa mengalami Renaissance, Yahudi mengalami transformasi gerakan keagamaan baru. Gerakannya berbeda dengan risalah Nabi-nabi dari kalangan Bani Israil. Gerakan mereka justru menginduk kepada inspirasi Samiri yang pernah membuat patung Al Baqarah (sapi betina) untuk pemujaan. Mereka mengambil ide-ide kemusyrikan dari bangsa Mesir, di jaman Fir’aun. Hampir semua simbol-simbol keagamaan yang dipakai Yahudi modern, itu digali dari peradaban kemusyrikan Mesir. Jadi, Yahudi modern bukanlah pengikut Musa, Dawud, atau Sulaiman, tetapi mengikuti Samiri yang membuat patung sapi betina untuk pemujaan. Hal itu dikuatkan dengan doktrin Talmud yang mengagung-agungkan etnis mereka, dan melecehkan Tuhan (Allah Ta’ala). Yahudi yang berpegang kepada Talmud bukanlah bagian dari Ahli Kitab, tetapi mereka adalah orang-orang musyrik yang mengikuti jalan Samiri.

[04] Secara umum, Yahudi modern terdiri dari dua komunitas besar, yaitu: Yahudi asli (original Jewish) dan Yahudi warna-warni (colored Jewish). Yahudi asli maksudnya, orang-orang yang mewarisi darah Yahudi. Darah Yahudi ditentukan oleh silsilah keturunan dari jalur ibu. Inilah manusia yang benar-benar disebut Yahudi. Dan harus dicatat, kaum Yahudi ini amat sangat ketat dalam menjaga kemurnian etnis mereka. Mereka tidak tertarik melakukan asimilasi seluas-luasnya, sebab mereka merasa sebagai “etnis terbaik di dunia”, sementara etnis lain dianggap “budak” yang bebas dieksplotasi tanpa batas. Lalu yang disebut Yahudi warna-warni adalah siapa saja dari etnis apapun selain Yahudi yang bekerja mensukseskan misi Yahudi internasional. Mereka ini bisa disebut “budak-budak” Yahudi asli. Mereka bisa orang Jawa, bisa orang pesantren, bisa bergelar kyai haji, bisa asal Jombang, dan sebagainya. Mereka itu jelas-jelas tidak berdarah Yahudi, karena ibunya bukan Yahudi, tetapi mau suka-rela berjihad membela missi Yahudi internasional.

[05] Yahudi warna-warni itu biasanya tergabung dalam organisasi-organisasi mantel pendukung Zionisme internasional. Selama ini, mereka kita kenal sebagai “Freemasonry”. Tetapi menurut ahlinya, organisasi mantel itu bisa macam-macam. Freemasonry hanya satu bentuk saja. Rizki Ridyasmara menyebut mereka sebagai kelompok Luciferian, karena mereka mengabdi kepada “tuhan” yang bernama Lucifer yang disimbolkan dalam bentuk bintang, di dalamnya ada bentuk kepala kambing bertanduk dua. Bisa dikatakan, Lucifer adalah simbolisasi Iblis itu sendiri. Kaum Freemasonry ini bisa berasal dari berbagai etnis, dari berbagai negara, dari berbagai status, ikatan keagamaan, organisasi, dan sebagainya. Tapi mereka satu kata dalam simbol keagamaan, ideologi, dan missi memperjuangkan kepentingan Yahudi nternasional.

[06] Pertanyaannya, mengapa Yahudi asli harus membentuk organisasi mantel yang bermacam-macam? Atau mengapa Yahudi asli harus meminta bantuan “Yahudi abang ijo”? Jawabnya: Yahudi membutuhkan penetrasi ke berbagai negara/etnis di dunia, untuk mendukung missi mereka. Sedangkan cara terbaik penetrasi ialah dengan memakai tangan orang-orang dari negara/etnis masing-masing. Misalnya, Yahudi mengambil seorang kyai haji sebagai agen mereka. Maka diharapkan, semua jamaah kyai haji itu akan mudah dikendalikan untuk mendukung missi Yahudi. Kemudian, Yahudi sendiri merasa dirinya terlalu suci untuk berhubungan dengan manusia-manusia lain. Mereka tidak mau “kotor tangan”, maka dipakailah agen-agen dari setiap negara untuk menggarap negara masing-masing. Soal biaya, mereka bersedia memberikan dukungan penuh.

[07] Perlu dicatat, bahwa siapapun yang terlibat dalam gerakan mantel Yahudi seperti Freemasonry, mereka bukan orang Muslim. Mereka itu kafir. Tidak diragukan lagi. Mengapa? Sebab mereka berani mengkhianati agamanya sendiri dalam rangka mensukseskan missi Yahudi. Kemudian, mereka tidak meyakini lagi bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Ideologi mereka diganti dengan humanisme, pluralisme, dan demokratisme. Kemudian, mereka selama hidupnya selalu memusuhi missi perjuangan Islam. Dan mereka ridha dengan ritual-ritual kekufuran yang berlaku di organisasi seperti Freemasonry itu.

[08] Untuk mengenali apakah seseorang terlibat Freemasonry atau tidak, sungguh tidak mudah. Mungkin hanya kerja intelijen negara yang bisa menyingkap hal itu. Tetapi seorang anggota Freemasonry bisa dikenali tanda-tandanya, misalnya: (1) Mereka bukan Yahudi asli, ibunya bukan berdarah Yahudi; (2) Selama hidupnya dia mengagung-agungkan slogan humanisme, pluralisme, dan demokrasi; (3) Dia sangat memusuhi misi perjuangan Islam, dan membenturkan misi tersebut dengan seruan Sekularisme atau Nasionalisme; (4) Dia memiliki sumbangan, sedikit atau banyak, bagi kemajuan Yahudi internasional; (5) Dia mendapat penghargaan resmi dari organisasi Yahudi internasional.

[09] Adalah sulit untuk memastikan bahwa Gus Dur adalah seorang Freemason, sebab kita tidak memiliki bukti validnya. Bisa jadi kalangan Muslim lain memiliki data tersebut, sehingga ia bisa dibuka. Namun untuk menyimpulkan, bahwa Gus Dur adalah seorang penyokong gerakan Yahudi internasional sangatlah mudah. Banyak tanda-tandanya. Misalnya, dia pernah terlibat mendirikan Shimon Perez Institute; dia pernah pergi ke Israel; dia pernah mendapat medali dari organisasi Yahudi karena keberaniannya membela kepentingan Yahudi di Indonesia; ketika menjadi Presiden RI, dia pernah hendak membuka hubungan dagang dengan Israel; Gus Dur secara formal pernah membela Yahudi di depan media massa. Dia mengatakan, “Yahudi itu orang beragama, bukan atheis. Kalau dengan Soviet yang komunis saja Indonesia mau menjalin hubungan, mengapa tidak dengan Israel?” Begitu kira-kira alasan dia ketika itu. Sangat jelas sekali bahwa Gus Dur adalah seorang Zionis (pembela Israel) dari kalangan bangsa Indonesia.

[10] Fakta kecil yang perlu disinggung, yakni kedekatan Gus Dur dengan Ahmad Dhani, dari band Dewa. Semua orang sudah tahu, bagaimana sikap Dhani kepada Gus Dur. Dhani sangat memuja-muja Gus Dur. Pendek kata, Gus Dur mau berbicara apapun, Dhani dijamin akan mendukung. Sementara Dhani ini sangat layak dicurigai sebagai bagian dari Freemasonry di Indonesia. Ada yang pernah membahas simbol-simbol yang dipakai Dhani dalam cover album-albumnya. Dhani pernah menginjak-injak kaligrafi Allah yang telah disamarkan, di atas panggung band. Kemunculan abum “Laskar Cinta” ditujukan sebagai anti-tessa “Laskar Jihad” (segala upaya Jihad untuk membela Islam). Dalam salah satu lagu hits-nya, Dhani melantunkan lirik yang kurang lebih isinya sebagai berikut, “Tak ada yang lain, selain diri-Mu yang selalu kupujaaa… Dengan mata-Mu aku melihat, dengan lidah-Mu aku bicara.” Di mata kita, mungkin lagu ini dianggap bentuk pujian kepada Allah. Maka ia dianggap sebagai lagu “pop religi” Dhani dan bandnya. Padahal bisa jadi, yang dimaksud diri-Mu, memuja-Mu, mata-Mu, lidah-Mu itu adalah Lucifer, dewa pujaan kaum Freemasonry. Sebab disana tidak ada disebutkan kata “Allah” sedikit pun. Malah kaligrafi Allah diinjak-injak oleh Dhani dan kawan-kawan. Ada sebuah informasi menarik, ketika Kraton Solo tiba-tiba menganugerahi Dhani dengan gelar “Raden”. Tidak ada angina, tidak ada hujan, tiba-tiba Dhani dianugerahi gelar itu. Dhani sendiri merasa heran dengan gelar itu, sebab dia bukan orang Jawa. Ini sangat janggal. Ada apa ini, tiba-tiba dia di-raden-kan oleh Kraton Solo? Hal lain yang tak kalah menarik, kasus Dhani dengan Mulan Jamila. Hampir tidak ada satu pun media infotainment yang menghujat sikap Dhani yang mengkhianati isterinya itu. Padahal ketika kasus yang sama menimpa pasangan artis-artis lain, media infotanment getol memberitakan hal itu. Saya juga masih ingat, betapa Dhani sangat ngefans dengan Manchester United yang dikenal dengan julukan “Setan Merah”. Ketika MU akan bertanding dengan FC Barcelona dalam Piala Champions, Dhani secara emosional mendukung MU. Malah ketika MU datang ke Malaysia, Dhani mengajak anak-anaknya datang kesana. Banyak sisi-sisi menarik seputar kiprah Dhani “Dewa” yang mencerminkan kedekatan manusia itu dengan gerakan Freemasonry.

[11] Patut diingat dengan jelas, bagaimana peranan media massa, terutama media TV dalam memuja-muja Gus Dur. Selama ini saya cukup bersimpati kepada MetroTV, sering mengakses TVOne, dan berita-berita lain. Tetapi dengan gerakan pemujaan Gus Dur, ini tampak nyata bahwa media-media itu seperti berlomba mencari keridhaan Yahudi internasional. Caranya, dengan memuja-muja Gus Dur. Sejujurnya, sejak dulu Gus Dur itu tidak ada apa-apanya. Dia menjadi besar bukan karena dirinya, tetapi karena REKAYASA MEDIA. Media yang membuat Gus Dur besar, dan media pula yang membuat tokoh-tokoh lain kecil. Bayangkan, media massa tidak pernah peduli ketika Ketua PP Persatuan Islam, KH. Shiddiq Amin wafat. Begitu pula, ketika KH. Husein Umar wafat. Media tidak mau memberitakan, atau menghargainya secara layak. Tetapi ketika ada seorang icon Yahudi di Indonesia mati, mereka berlomba-lomba melakukan “ritual pemujaan”. Sangat menyedihkan! Kalau akhirnya nanti Gus Dur benar-benar ditasbihkan sebagai “pahlawan nasional”, sungguh kita patut memboikot semua media-media sekuler itu. Jangan lagi merasa memiliki media, selain media yang kita buat sendiri.

[12] Orang-orang yang mengklaim dirinya pro pluralisme, pro demokrasi, pro humanisme, lalu memuja-muja Gus Dur sebagai manusia yang berjasa besar dalam ketiga isu tersebut. Pada dasarnya, mereka adalah orang-orang BODOH yang tidak mengerti ujung dari gerakan pluralisme, humanisme, dan demokrasi itu sendiri. Pluralisme adalah ideologi untuk mematikan keimanan kepada agama-agama (bukan hanya Islam). Seorang pluralis sejati tidak memiliki keyakinan yang kuat kepada suatu agama, selain agama pluralisme itu sendiri. Orang-orang yang berakidah humanisme, mereka mempertuhankan “kepentingan manusia”, sehingga manusia dianggap bebas merdeka, termasuk bebas dari aturan agama. Manusia yang berakidah demokrasi, mereka meyakini bahwa “suara rakyat suara Tuhan”. Artinya, cukuplah kesepakatan rakyat untuk menggantikan peranan aturan Tuhan. Ketiga prinsip (pluralisme, humanisme, demokrasi) ini adalah hakikat atheisme, sebagaimana prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Freemasonry kepada para pengikutnya.

[13] Semua orang yang memuja-muja Gus Dur, pada dasarnya tidak keluar dari 3 kemungkinan: Pertama, mereka orang bodoh yang tidak tahu informasi dan sempit wawasan. Mereka orang-orang fanatik yang tidak bisa membedakan hitam dan putih; Kedua, mereka orang oportunis yang merasa perlu mencari keridhaan umat manusia (khususnya investor Yahudi) agar mendapat keuntungan-keuntungan duniawi; Ketiga, mereka satu barisan dengan Gus Dur dalam rangka memadamkan cahaya agama Allah dan membesarkan missi Yahudi laknatullah ‘alaihim. Hanya ini kemungkinannya.

[14] Betapa banyak manusia takut kepada Gus Dur, selama hidupnya. Mereka tidak berani mengkritik Gus Dur, tidak berani berbeda pendapat, tidak berani membantah, tidak berani menentang pendapat-pendapatnya yang keliru. Termasuk, ketika Gus Dur mengatakan, bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang paling porno. Mereka tetap tidak berani mengingatkan Gus Dur. Mereka sangat takut kepada Gus Dur, karena takut kuwalat, takut celaka, takut mengalami kemalangan. Lihatlah, betapa banyak manusia sudah mempertuhankan Gus Dur. Kepada Allah mereka tidak takut, tetapi kepada Gus Dur begitu ketakutan. Realitas seperti itu adalah kemusyrikan dalam bentuk baru.

[15] Terakhir, betapa hinanya manusia yang mau membela, membantu, mendukung, menyokong, mempermudah gerakan Yahudi internasional. Padahal mereka semula adalah Muslim, orang Indonesia, orang pesantren, dan sebagainya. Sayang sekali, mereka mendukung Yahudi internasional yang terkenal dengan misi-misi kejahatan mereka untuk memperbudak seluruh manusia di dunia. Mereka mendukung gerakan yang tujuan akhirnya menjadikan semua manusia bersimpuh di telapak kaki Yahudi. Bahkan sangat disayangkan sekali, mereka lahir dari rahim wanita-wanita non Yahudi. Mengapa? Sebab selama mereka tidak memiliki darah Yahudi, statusnya tetap sebagai “budak”. Sangat menyedihkan, mereka bersusah-payah mendukung misi kerusakan di muka bumi.

Sulit bagi saya untuk memastikan, apakah Gus Dur seorang Freemason atau bukan? Tetapi setidaknya kita mendapat banyak bukti, bahwa dia adalah tokoh yang selama hidupnya banyak menolong missi-missi Yahudi internasional. Dalam Surat Al Maa’idah dikatakan, “Wan man yatawallahum, fainnahu minhum” [siapa yang loyal kepada mereka (Yahudi atau Nashrani), sesungguhnya dia bagian dari mereka].

Sekali lagi ditegaskan disini, Gus Dur bukan saja tidak pantas dianggap sebagai “pahlawan nasional”. Bahkan mengucapkan “innalillah wa inna ilaihi raji’un” saat dia mati, adalah sebuah kesalahan.

Saudaraku, Anda jangan takut kepada siapapun dalam rangka mentaati Allah dan Rasul-Nya. Sekaligus Anda jangan berani memuja-muja manusia yang tidak pantas dipuji, sehingga perbuatan Anda itu akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala. Jadilah Muslim sejati yang bicara apa adanya; katakan benar jika benar, katakan salah jika salah. Demi Allah, orang-orang oportunis dimanapun tidak akan beruntung. Mereka takut dimusuhi manusia, tetapi tidak takut dimusuhi Allah Ta’ala.

Perhatikan nasib orang-orang yang saat ini berlomba-lomba memuja Gus Dur, kemudian mereka tidak bertaubat dari kesalahan-kesalahannya. Lihatlah apa yang nanti akan menimpa mereka! Mari kita sama-sama menyaksikan!

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu Akbar, wallahu Akbar, wallahu Akbar walillahil hamdu.

Abu Muhammad Waskito.

(Dulu dibesarkan dalam kultur Nahdhiyin, di Malang).
[muslimdaily.net]

Al-Quds…..Sepotong Tanah Suci Yang Terus Dicabik…


Para penguasa Arab menutup KTT Arab yang ke 22 pada tanggal 22 Maret 2010 lalu, yang diselenggarakan do lpta Sirte, Libya. Resolusi-resolusi KTT dipenuhi oleh paragraf lama yang di perbaharui seputar upaya perdamaian, yang kesemuanya hanya sekedar kata-kata kosong. Di antaranya, masalah Al-Quds, mereka dengan bangga mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan strategi untuk membebaskan Al-Quds yang mereka fokuskan pada 3 (tiga) poros, yaitu ; Politik, Perundingan-perundingan dan Finansial.

Mereka menyerukan agar Dewan Keamanan PBB memikul tanggung jawabnya sekaligus bergerak mengambil langkah-langkah dan mekanisme yang diperlukan untuk penyelesaian pertikaian Arab – Israel. Mereka memutuskan untuk mengarahkan resolusi kepada Mahkamah Kejahatan Internasional untuk menghakimi kejahatan Israel di kota-kota yang disucikan oleh umat Islam, mendukung Al-Quds dengan dana setengah milyar dolar untuk menghadapi rencana-rencana pemukiman Israel, seolah mereka berlomba secara ’hangat’ untuk menyampaikan kecintaan atas Al-Quds dan pujian atas Al-Aqsa.

Pertanyaannya, bisakah Al-Quds dibebaskan dengan perundingan umum yang tidak memiliki kekuatan sedikitpun? Bisakah Al-Quds dibebaskan dengan dukungan finansial yang tidak akan bisa sampai ke Al-Quds kecuali di bawah pengawasan Yahudi? Bisakah Al-Quds dibebaskan dengan seruan kepada Dewan Keamanan PBB yang justru telah mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina? Bisakah Al-Quds dibebaskan dengan mengajukan tuntutan kepada Mahkamah Internasional yang tidak bisa memutuskan kebenaran atau menolak kebathilan? Cukupkah membebaskan Al-Quds dengan ucapan hangat sementara pemilik ucapan tersebut justru membuka kedutaan untuk negara Yahudi di negaranya bahkan mengundang pembantai Al-Quds ke negerinya?

Sungguh yang bisa membebaskan Al-Quds adalah seorang panglima yang ikhlas dan bertakwa pada Rabb-nya, yang membenarkan Rasul-NYA serta memimpin tentara kaum muslimin dan orang-orang yang mampu bergabung di dalam pasukan kaum muslimin.

Satu-satunya bahasa yang dapat difahami oleh kaum kafir yahudi untuk membebaskan Al-Quds hanyalah ”JIHAD”.

Ummu Sumayyah
Jagakarsa – Jakarta selatan

[muslimdaily.net]

Islam Menurut Amerika (Sebuah Studi Kasus)


Amerika cenderung terobsesi untuk membahas isu-isu tertentu menurut arus pemikiran masyarakatnya. Dalam beberapa tahun terakhir ini, isu yang paling hangat dibicarakan adalah berkaitan dengan Islam dan umat Islam.
Kekuatan dan kelemahan Amerika sebenarnya tampak dari cara pandang masyarakatnya terhadap Islam, dan hal itu dapat disimpulkan dengan mudah dari kasus-kasus dari beberapa peristiwa dan event yang terjadi akhir-akhir ini, beberapa diantaranya adalah saat Presiden Barack Obama menunjuk utusan khusus untuk Organisasi Konferensi Islam (OKI), hasil studi dua tahun yang dilaporkan oleh Chicago Council on Global Affairs mengenai peran agama dalam kebijakan luar negeri Amerika serta yang terakhir tentang laporan jajak pendapat terbaru pada persepsi keagamaan di Amerika oleh Gallup Poll, salah satu lembaga survey masyarakat yang terkenal di Amerika.
Sisi positif dan negatif terlihat secara jelas dalam kasus-kasus tersebut, bagaimana pandangan jauh Amerika terhadap hal-hal keagamaan baik di tingkat lokal mapun internasional.
Sisi negatif tersebut meliputi kenyataan tentang persepsi negatif dan ketidaktahuan tentang Islam dan umat Islam di antara penduduk Amerika yang mencapai taraf yang memprihatinkan, kemudian pemerintah sendiri juga kurang peduli bahkan buta dalam membahas interaksi antara agama dan politik luar negeri.
Tidak cukup disitu saja, dunia politik Amerika juga terus membenarkan kebijakan luar negeri pemerintahannya, dan tindakan-tindakan para sekutunya seperti Israel yang akhirnya memicu kekerasan orang-orang yang merasa harus memberontak dan sering kali tindakan tersebut muncul dari orang-orang Arab dan Asia, yang sering mengekspresikan diri karena faktor agama mereka.
Hal-hal positif adalah bahwa semua masyarakat Amerika terus belajar dan mengeksplorasi ketegangan antara Amerika dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, selain itu pemerintah Amerika juga terus melakukan upaya tulus untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Muslim dan dunia Arab, terlepas dari apakah sebenarnya tujuan ini sudah tercapai atau belum.
Sejauh mana hubungan Amerika dan persepsi mereka terhadap Islam dan umat Islam ditangkap oleh laporan Gallup yang berjudul "Persepsi keagamaan di Amerika, sebuah analisis mendalam tentang sikap AS terhadap Islam dan umat Islam".
Berdasarkan jajak pendapat nasional, laporan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Amerika mengatakan pandangan mereka tentang Islam adalah "tidak terlalu baik" atau "tidak baik sama sekali" (jauh lebih negatif daripada pandangan orang Amerika terhadap agama Yahudi, Budha dan Kristen).
Sebagian besar orang Amerika (sekitar 63 persen) mengatakan mereka sangat sedikit atau tidak ada sama sekali memiliki pengetahuan terhadap Islam. Persentase lebih tinggi juga terjadi terhadap agama Budha, walaupun pandangan negatif terhadap umat Islam tidak sebanding dengan pandangan mereka terhadap umat Buddha.
Yang paling menarik adalah bahwa orang Amerika melihat Islam lebih negatif daripada mereka melihat umat Islam sendiri. Laporan tersebut hampir persis mencerminkan situasi di dunia Arab di mana banyak orang yang kritis terhadap Amerika Serikat dan kebijakan luar negerinya, tetapi dengan senang hati berinteraksi dengan setiap orang Amerika, sehingga membuat orang Amerika lebih bersimpati.
The Chicago Council on Global Affairs dalam studinya menyatakan bahwa agama akan menjadi "peluang dan tantangan" yang harus menjadi faktor utama dalam pembuatan kebijakan luar negeri AS, sehingga pidato Obama kepada dunia Islam di Kairo pada bulan Juni lalu perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata..
Studi tersebut juga menyimpulkan ada enam konswekensi yang akan dicapai dari faktor pendekatan agama, yang akan mencerminkan semakin pentingnya agama dalam urusan internasional, termasuk beberapa diantaranya adalah dampak politik, perlawanan terhadap globalisasi, dan penyelesaian terhadap celah-celah di layanan pemerintah.
Namun penelitian tersebut secara signifikan dilemahkan oleh satu kelalaian terhadap fakta bahwa orang-orang di negara berkembang sering merubah kebijakan pemerintah atau bahkan militer dengan agama mereka sebagai sebagai usaha terakhir untuk mencapai perubahan yang tidak dapat mereka capai melalui lembaga-lembaga sekuler pemerintahan. Laporan tersebut juga tidak mengamati bagaimana dan mengapa agama muncul sebagai kekuatan utama dalam beberapa dekade terakhir, seperti yang terjadi juga di Amerika sendiri.
Laporan Chicago merupakan tanda terpenting bagaimana kebijaksanaan Amerika terus mencari pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia yang mereka hidup dan tinggal di dalamnya, selain itu mereka juga mencoba membentuk kebijakan yang lebih baik untuk menelusuri kehidupan dunia tersebut.
Tetapi usaha tersebut masih mencerminkan kelemahan dalam kebijakan pemerintah Amerika secara keseluruhan, dalam artian bahwa usaha tersebut masih menganggap peran agama sebagai faktor yang berbeda dari kekuatan independen.
Jadi ketika melihat nama Obama bersanding dengan Rashad Husain, utusan khusus AS untuk negara-negara Islam, hal tersebut mengukuhkan fakta bahwa Obama memang ingin memperbaiki hubungan Amerika dengan dunia Islam, walaupun prospek perubahan di dalamnya akan dilihat dari langkah-langkah nyata pemerintahan Obama sendiri. Bagaimanapun, adalah nol besar jika kebijakan AS di Arab dan kawasan Asia tetap sama seperti yang terjadi sebelumnya.
Masalah pendekatan agama memang perlu dipelajari lebih lanjut, tapi jauh lebih penting untuk mempromosikan hubungan yang normal dan ramah dari Amerika terhadap negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk mengkaji dampak kebijakan mereka dan sekutu mereka, Israel di daerah-daerah Islam tersebut.
[muslimdaily.net/alj]

Dari Pub ke Islam


Laura Pistorioud adalah seorang wanita kulit putih Afrika Selatan yang terbiasa dengan gaya hidup glamor di daerah Campsby, Cape Town.

"Saya memiliki masalah dengan obat-obatan yang buruk dan saya pikir saya telah meninggalkan kehidupan yang tinggi," ujar Laura kepada IOL.

Laura seringkali menggunakan obat-obatan terlarang dan berpesta pora sepanjang waktu. Namun jauh di dalam dirinya kala itu dia merasa ada suatu yang tidak benar.

Meskipun dibesarkan dari keluarga katolik yang kuat, dia menjadi antipati kepada Tuhan sejak menggunakan narkoba.

"Saya pernah mencapai titik dimana saya tidak percaya kepada Tuhan lagi."

Kehidupan Laura kemudian berubah setelah dia bertemu dengan seorang teman yang telah memeluk Islam. Dia mendapatkan pencerahan dari temannya dan merasa telah mengambil jalan hidup yang salah dan menyesal. Dia kemudian berhenti kecanduan narkoba setelah 4 tahun dan mulai belajar terntang Islam. Sampai pada saat itu dia tidak pernah terpikir untuk berislam.

Akhirnya pada bulan September 2007, sebelum bulan puasa, Laura bersyahadah.

Sejak saat itu, Laura berhenti menjadi manajer pub dan hidup bersama keluarga dengan bahagia yang bisa menerima keislamannya. Dia pun mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, namun meminta syarat kepada bosnya bahwa dia akan mengambilnya jika diijinkan meminta waktu untuk sholat dan dipenuhi,

Menjalani kehidupan sebagai seorang muslim membuat Laura kini lebih sehat dan bahagia.

"Sekarang saya memiliki hubungan yang baik dengan keluarga, sahabat dan alhamdulillah, saya hidup lebih sehat sebagai hasil dari Islam."

[muslimdaily.net/iol]

Sikap Masyarakat Umum Rusia Terus Menyudutkan Gadis-Gadis Muslimah


MOSKOW - Pandangan negatif masyarakat Rusia terhadap umat Islam akhir-akhir ini semakin mempersulit ruang gerak gadis-gadis muslim, terutama di Moskow. Gadis-gadis di ibukota Rusia tersebut mengakui dalam beberapa tahun terakhir mereka memutuskan untuk lebih banyak tinggal di rumah untuk menghindari tindakan-tindakan xenophobia yang semakin hari semakin marak.

Sebuah kisah memprihatinkan dari dari Elena Hanyang mungkin dapat menjadi contoh tentang xenophobia tersebut.

Suatu hari dengan mengenakan jilbabnya, Elena mencoba berjalan-jalan ke kota Moskow. Saat tiba di sana, ia heran ketika melihat sikap masyarakat kepadanya yang begitu berbeda dibandingkan kepada gadis-gadis muslimah yang tidak mengenakan jilbab.

Tapi Elena tetap meneruskan perjalanannya tanpa berpikir panjang lagi. Saat tiba di jantung kota Moskow, ia melihat semua orang memandang ke arahnya walaupun hanya sekilas. Saat ia berjalan di tengah-tengah keramaian, masing-masing orang mulai menampakkan ketakutan dan kemarahan mereka, ada yang berpaling dan ada pula yang memilih berjalan di sisi yang berlawanan. Walaupun mereka tidak bertindak kasar, tetapi banyak dari mereka yang menampakkan wajah penuh kemarahan.

Tibalah saat Elena harus naik kereta bawah tanah. Saat tiba di stasiun bawah tanah, ia segera membeli tikat. Tapi tidak disangka ketika ia meminta tiket ke petugas loket penjualan, ia mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan. Petugas tersebut dengan bergidik melemparkan uang Elena sambil mengatakan tidak akan menjual tiket kepadanya. Walupun begitu, Elena tetap berusaha mendapatkan tiket tersebut. Alhamdulillah, ia beruntung, karena petugas di loket lain mau memberinya tiket.

Saat menaiki kereta, Elena sudah mulai terbiasa dengan tatapan para penumpang, karena baginya itu sekedar tatapan. Tapi begitu ia turun, suasana menjadi tegang karena beberapa polisi penjaga stasiun memandanginya penuh kecurigaan. Bersama anjing pelacak, mereka menunjuk-nunjuk Elena seolah-olah ingin menangkapnya.

Saat menaiki ekskalator menuju pintu keluar, Elena segera dihadang para penjaga tersebut. Tapi beruntung saat akan diperiksa, ia dapat memberikan argumen-argumanen yang cerdas untuk menghindari pemeriksaan yang sering menyudutkan hanya karena seseorang memakai jilbab.

Dari kisah Elena, kasus xenophobia sepertinya memang akan terus terulang. Apalagi saat dikonfirmasi perihal pemeriksaan ketat yang diterapkan kepada para pengguna jasa transportasi umum, pejabat keamanan di Moskow mengatakan pihaknya akan terus menerapkan prosedur pemeriksaan yang sudah ada, terutama kepada pengguna yang membawa tas besar.

[muslimdaily.net/Cno]

Ilmuwan Turki dan Cina Klaim Temukan Artefak Bahtera Nabi Nuh as. di Turki


ISTANBUL - Baru-baru ini informasi yang dihimpun dari pihak Arkeolog Turki dan China menyatakan kalau penelitian mereka di Turki telah menghasilkan penemuan yang luar biasa dimana sisa-sisa peninggalan bahtera Nabi Nuh as. dapat ditemukan di Gunung Ararat, Turki timur. Beberapa bukti yang ditemukan adalah potongan-potongan kayu dan tali.

Surat kabar Turki, Vatan Selasa lalu menulis, penelitian para Arkeolog tersebut dilaksanakan di lokasi dengan ketinggian sekitar 4.000 meter dpl. Dalam penelitian tersebut, mereka menemukan artefak yang mengingatkan pada desain sebuah bahtera. Setelah diteliti lebih dalam, artefak tersebut ternyata berbahan kayu pohon cemara dan diperkirankan telah berumur sekitar 4.800.

Menurut salah satu anggota penelitian, 99,9 persen hasil penelitian memastikan kalau keseluruhan artefak yang ditemukan menunjuk kepada artefak bahtera Nabi Nuh as. Apalagi artefak bahtera tersebut memiliki fasilitas ruang kecil di dalamnya yang dapat menampung hewan.

Tapi stasiun televisi dan radio Jerman, Deutsche Welle menyatakan kalau lokasi penemuan artefak tersebut terkesan dirahasiakan oleh pemerintah Turki, sehingga mereka tidak mengkonfirmasi sedikitpun tentang klaim penemuan para arkeolog di wilayah mereka.

Terakhir para pejabat di propinsi Agra, propinsi di mana pegunungan Ararat terletak, melaporkan kalau mereka tidak mendengar berita apapun yang berkaitan dengan penemuan bahtera .

[muslimdaily.net/Cno]

Penjaga Penjara Israel Robek Al Quran


Perobekan kitab suci Al-Quran oleh penjaga penjara Israel telah memicu kemarahan di Palestina terhadap rejim Tel Aviv.

Seorang penjaga penjara Israel di penjara Ashkelon menyita Al Quran milik tahanan Palestina di sel dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.

Hakim Ketua Otoritas Palestina Sheikh al-Tamimi Tayseer mengeluarkan pernyataan pada insiden yang terjadi Senin dengan mengutuk keras penghinaan terhadap lambang kesucian Islam tersebut,yang berulang kali dilakukan oleh pasukan penjajah Israel.

"Tindakan ini menunjukkan tingkat ekstremisme, kebencian agama dan rasisme di Israel," katanya.

Syekh tersebut mengatakan itu bukan kali pertama di mana pasukan penjajah Israel menodai Al Quran, setelah berulang kali melakukannya di kamp pengungsi al-Arroub dan di penjara Megiddo.

Syeikh Tamimi menekankan bahwa buku-buku keagamaan, termasuk Al Quran, harus dihormati oleh semua pemeluk agama.

"Tapi penjaga Israel tidak melakukannya," sesalnya.

Di waktu dan tempat yang berbeda, sebuah masjid di Tepi Barat bagian utara dibakar sebelum fajar pada hari Selasa oleh sekelompok orang yang diduga kuat adalah pemukim liar Yahudi.

Pada tanggal 14 April, sebuah masjid di Huwara dekat Nablus dinodai oleh pemukim liar Yahudi yang dengan grafiti Ibrani dan Bintang Daud di dinding masjid, demikian keterangan sumber keamanan Palestina. Dua mobil juga dibakar dalam insiden ini.

Pada bulan Desember, pemukim liar Yahudi merusak masjid di desa Yasuf, di utara Tepi Barat. Membakar Al Quran dan menulis pesan-pesan kebencian dalam bahasa Ibrani.
[muslimdaily.net/ptv]

Hacker Muslim Denmark Beraksi, Kerjai Situs KFC Denmark

KOPENHAGEN - Situs milik KFC Denmark menjadi sasaran para hacker Islam.

Hacker tersebut mendapatkan akses ke situs makanan cepat saji KFC Denmark dan memposting video mengenai apa itu Islam pada halaman mereka.



Mereka juga meninggalkan pesan kepada pemerintah Denmark untuk membuat undang-undang baru yang menghukum orang-orang yang menghina agama.

Para hacker tersirat dalam tuntutan mereka bahwa jika hukum tersebut tidak diperkenalkan, hacking situs Denmark akan terus dilanjutkan. Hacker ini menggunakan nama "aB0 m0h4mM3d".

Sang hacker meninggalkan pesan samar di situs, yang berbunyi: "Jika Anda pemerintah tidak membuat aturan untuk Menghukum Penghinaan Agama dalam nama (Kebebasan Berbicara!) Atau (Kebebasan untuk Penghinaan):)




"Jadi, ambilah aturan Hacking ini! atas nama

'Hacking [adalah Pengetahuan dan Pengetahuan adalah Gratis! ] Ini berarti [Hacking Siapapun Yang Saya Inginkan !!!!]

"Jika Anda Orang yang dapat berperilaku dan Mempelajari bagaimana Menghormati, bertindak rasional dan berhenti untuk Penghinaan Agama Lainnya

'Di bawah nama (Kebebasan untuk Penghinaan) atau (Kebebasan Berbicara)

'Maka Aturan Hacking akan dihentikan

'Akhirnya, saya ingin mengingatkan juga dengan keputusan Hak Asasi Manusia PBB yang diadopsi pada tanggal 12 April 2005. Keputusan ini menyatakan larangan distorsi dan serangan terhadap agama dan terutama Islam; yang telah sangat diserang dalam beberapa tahun terakhir!

"Jangan khawatir .. Tidak ada file yang dihapus .. Hanya Indeks * saya telah menambahkan ke kotak lame Anda;)

'Salam Untuk: Semua Teman saya di MSN:)'



Meskipun tidak jelas mengapa situs KFC yang dipilih diserang, beberapa orang berspekulasi itu karena kurangnya keamanan Web tersebut.

Tetapi jelas mengapa Denmark yang dituju - yaitu setelah kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad mengenakan sorban berbentuk bom yang dicetak di surat kabar Denmark.

Gambar ini salah satu dari 12 karikatur yang memicu protes marah di negara-negara Muslim pada tahun 2005 setelah kartun mereka diterbitkan oleh koran.

Politiken dan surat kabar Denmark lainnya kemudian mencetak ulang kartun tersebut pada tahun 2008 setelah polisi mengungkapkan ada sebuah rencana untuk membunuh kartunis itu.

Sebelas surat kabar Denmark telah dihubungi oleh seorang pengacara Faisal Saudi Yamani, yang mewakili delapan kelompok Islam di Timur Tengah dan Australia, tahun lalu.

Yamani menuntut bahwa kartun itu harus dihapus dari situs web mereka, dan surat kabar mencetak permohonan maaf dan mereka setuju untuk tidak menggunakan kartunis itu lagi.

Ini adalah video yang di sisipkan ke halaman situs KFC yang di deface oleh hacker yang menggunakan nama "aB0 m0h4mM3d":



[muslimdaily.net/gawker]

Jilbab Menurut Islam, Kristen dan Yahudi: Mitos dan Realita


Marilah kita buka satu persoalan yang di negara-negara Barat dianggap sebagai simbol dari penindasan dan perbudakan wanita, yaitu jilbab atau tudung kepala. Apakah betul tidak terdapat pembahasan mengenai jilbab di dalam tradisi Jahudi-Kristen ? Mari kita lihat bukti catatan yang ada. Menurut Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Beliau disana mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut isterinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Rabbi melarang pemberian berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap "telanjang". Dr. Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Dr. Brayer juga menerangkan bahwa jilbab bagi wanita Yahudi bukanlah selalu sebagai simbol dari kesopanan. Kadang-kadang, jilbab justru menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya ketimbang ukuran kesopanan. Jilbab atau tudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi. Jilbab juga diartikan sebagai penjagaan terhadap hak milik suami.

Jilbab menunjukkan suatu penghormatan dan status sosial dari seorang wanita. Seorang wanita dari golongan bawah mencoba menggunakan jilbab untuk memberikan kesan status yang lebih tinggi. Jilbab merupakan tanda kehormatan. Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237). Wanita-wanita Yahudi di Eropa melanjutkan menggunakan jilbab sampai abad ke sembilan belas hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Tekanan eksternal dari kehidupan di Eropa pada abad sembilan belas memaksa banyak dari mereka pergi keluar tanpa penutup kepala.

Beberapa wanita Yahudi kemudian lebih cenderung menggantikan penutup tradisional mereka dengan rambut palsu sebagai bentuk lain dari penutup kepala. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang saleh tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239). Sementara beberapa dari mereka. seperti sekte Hasidic, masih menggunakan rambut palsu (Alexandra Wright, 19??, hal 128-129).

Bagaimanakah jilbab menurut tradisi Kristen?
Kita sendiri menyaksikan sampai hari ini bahwa para Biarawati Katolik menutup kepalanya yang suruhannya sebetulnya telah ada semenjak empat ratus tahun yang lalu. Tetapi bukan hanya itu, St. Paul (atau Paulus) dalam Perjanjian Baru, I Korintus 11:3-10, membuat pernyataan-pernyataan yang menarik tentang jilbab sebagai berikut: "Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah laki-laki dan kepala Kristus adalah Allah. Tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga mengguting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan dicipt akan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena malaikat". (I Korintus 11:3-10).

St. Paul memberikan penalaran tentang wanita yang berjilbab atau berkerudung adalah bahwa jilbab memberikan tanda kekuasaan pada laki-laki, yang merupakan gambaran kebesaran Tuhan, atas wanita yang diciptakan dari dan untuk laki-laki. St. Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272). Beberapa golongan Kristen, seperti Amish dan Mennoties contohnya, mereka hingga hari ini tetap mengenakan tutup kepala. Alasan mereka mengenakan tutup kepala, seperti yang dikemukakan pemimpin gerejanya adalah: "Penutup kepala adalah simbol dari kepatuhan wanita kepada laki-laki dan Tuhan," logika yang sama seperti yang ditulis oleh St. Paul dalam Perjanjian Baru (D. Kraybill, 1960, hal 56).

Dari semua bukti-bukti di atas, nyata bahwa Islam bukanlah agama yang mengada-adakan dan mewajibkan penutup kepala, tetapi Islam telah mendukung hukum tersebut. Al Qur'an memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan yang beriman untuk menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Juga memerintahkan wanita beriman agar memanjangkan penutup kepalanya sampai menutupi leher dan dadanya.

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat..... Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya..." (An Nuur:30,31)

Di dalam Al Qur'an jelas tertulis bahwa kerudung sangat penting untuk menutup aurat. Mengapa aurat itu penting ? Hal itu dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al Ahzab 59: "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu." (Al Ahzab:59)

Pada intinya, kesederhanaan digambarkan untuk melindungi wanita dari gangguan atau mudahnya, kesederhanaan adalah perlindungan.

Jadi, tujuan utama dari jilbab atau kerudung di dalam Islam adalah perlindungan. Kerudung di dalam Islam tidak sama seperti di dalam tradisi Kristen dimana merupakan tanda bahwa martabat laki-laki berada di atas wanita dan merupakan simbolisasi tunduknya wanita terhadap laki-laki. Kerudung di dalam Islam juga bukan seperti di dalam tradisi Yahudi dimana kerudung merupakan tanda keagungan dan tanda pembeda sebagai wanita bangsawan yang menikah. Kerudung di dalam Islam hanya sebagai tanda kesederhanaan dengan tujuan melindungi wanita, tepatnya semua wanita. Pada falsafah Islam dikenali prinsip bahwa selalu lebih baik menjaga daripada menyesal kemudian. Al Qur'an sangat
memperhatikan wanita dengan menjaga tubuh mereka dan kehormatan mereka atas pernyataan laki-laki yang berani menuduh ketidaksucian seorang wanita, mereka akan mendapat balasan;

"Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah (mereka yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An Nuur 4)

Bandingkan sikap Al Qur'an yang sangat tegas, dengan hukuman yang sangat longgar bagi pemerkosa di dalam Injil:

"If a man find a damsel that is a virgin, which is not betrothed, and there was none to save her. Then the man that lay with her shall give unto the damsel's father fifty shekels of silver, and she shall be his wife; because he hath humbled her, he may not put her away all his days" (Deut. 22:28-29).

Terjemahannya:
"Jika seorang laki-laki menemui seorang gadis yang tidak dijanjikan untuk dinikahkan kemudian memperkosanya, dia harus membayar sebesar lima puluh shekels perak kepada ayah gadis itu. Laki-laki itu harus menikahi gadis tersebut karena perbuatannya dan dia tidak boleh menceraikannya selama hidupnya" (Ulangan. 22:28-29).

Patut ditanyakan, siapa yang sebenarnya dihukum dalam hal ini? Orang yang membayar denda karena telah memperkosa ataukah gadis yang dipaksa untuk menikah dengan laki-laki yang memperkosanya dan harus tinggal bersamanya sampai dia mati ? Pertanyaan lainnya: Mana yang lebih melindung seorang wanita sikap tegas Al Qur'an atau sikap kendor moral (lax) daripada Injil ?

Beberapa kalangan, terutama di belahan negara-negara Barat, mungkin cenderung untuk menertawakan bahwa kesederhanaan (modesty) berguna untuk perlindungan. Alasan mereka adalah perlindungan yang terbaik yaitu memperluaskan pendidikan, berperilaku yang sopan, dan pengendalian diri. Kami akan mengatakan: semua itu baik tapi tidak cukup.

Jika tindakan yang ada dipandang perlindungan yang sudah cukup, lalu mengapa wanita-wanita di Amerika Utara saat ini tidak berani berjalan sendirian di kegelapan atau bahkan cemas melewati tempat parkir yang sepi ?. Jika pendidikan adalah suatu penyelesaian lalu mengapa Universitas Queen yang terkenal pelayanan pendidikannya terpaksa harus mengantar pulang para mahasiswi di dalam kampus ?. Jika pengendalian diri adalah jawabannya, lalu mengapa kasus pelecehan sex di tempat kerja diberitakan di media masa nyaris setiap hari ?. Contohnya, yang tertuduh melakukan pelecehan sex dalam beberapa tahun terakhir: para perwira Angkatan Laut, Manager-manager,
Professor-professor, Senators, Pengadilan Tinggi (Supreme Court Justices), dan bahkan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sendiri !

Saya tercengang saat saya membaca statistik yang ditulis dalam sebuah pamflet yang dikeluarkan oleh Dean of women's office di Universitas Queen berikut :

* Di Canada, setiap 6 menit ada seorang wanita yang mengalami pelanggaran sexual.

* 1 dari 3 wanita di Canada akan mengalami pelanggaran sexual pada suatu saat dalam kehidupannya.

* 1 dari 4 wanita berada dalam resiko diperkosa atau usaha pemerkosaan dalam kehidupannya.

* 1 dari 8 wanita akan mengalami pelanggaran sexual saat menjadi mahasiswi unitersitas.

* Sebuah penelitian menemukan bahwa 60% dari mahasiswa laki-laki mengatakan mereka akan berbuat pelanggaran seksual jika mereka yakin mereka tidak ditangkap.

Ada sesuatu yang secara fundamental amat sangat keliru di masyarakat kita ini [negara Barat, penerjemah] Suatu perubahan yang radikal sangat perlu dilakukan di dalam gaya hidup dan budaya kita ini. Budaya hidup sederhana (modesty) teramat sangat dibutuhkan.Sederhana dalam berpakaian, dalam bertutur kata, dan dalam sopan santun berhubungan antara pria dan wanita. Kalau perubahan tidak dilakukan, maka angka-angka statistik yang kelabu di atas akan makin suram dari hari ke hari hingga benar-benar semuanya terjerembab dalam kegelapan. Dan sialnya, penanggung beban masyarakat yang paling berat adalah para wanita.

Sesungguhnya kita semua menderita sebagaimana Khalil Gibran (sastrawan nasrani dari Libanon, penerjemah) pernah mengatakan: "...for the person who receives the blows is not like the one who counts them." (Khalil Gibran, 1960, hal 56). Oleh sebab itu, sebuah masyarakat seperti Perancis yang pernah mengusir seorang gadis dari sekolahnya lantaran si gadis menampilkan kesederhaan dengan mengenakan tudung, sesungguhnya hanyalah tindakan yang mencelakakan masyarakat itu sendiri.

Adalah sebuah ironi maha besar di dalam dunia yang kita tinggali saat ini. Secarik tudung penutup kepala mereka katakan sebagai simbol 'kesucian' saat dikenakan oleh seorang biarawati Katolik, padahal dalam ajaran Kristiani hal itu untuk menunjukkan kekuasaan pria. Namun apabila secarik tudung kepala tersebut dikenakan oleh seorang muslimah untuk keperluan melindungi diri, justru dituduh sebagai simbol penindasan pria atas wanita! []

Catatan Redaksi: Artikel berikut adalah salah satu bab dari buku kecil karangan Dr. Sherif Abdel Azeem, seorang professor di Queen University, Ontario, Canada. Judul bukunya (terbitan 1996) adalah Women in Islam versus Women in the Judaeo-Christian Tradition; The Myth and The Reality. Hak Cipta ada pada pengarang dimana beliau mengijinkan untuk penyalinan dan terjemahan sepanjang tidak mengurangi isinya.

Terjemahan
ke bahasa Indonesia dilakukan oleh Ria Amirul. Saat diterjemahkan, naskah asli bisa di-download dari situs http://www.stanford.edu/group/issu.

sumber : http://www.muslimdaily.net

Kamis, 22 April 2010

Tanda Dekatnya Kiamat: Zina Dianggap Halal


Oleh: Badrul Tamam

Pengakuan Erdian Aji Prihartanto alias Anji, vokalis grup Musik Drive sebagai ayah biologis anak Sheila Marcia Joseph sempat meramaikan hiburan infotainmen Indonesia beberapa hari lalu. Banyak yang menyanjung dan menilai positif pengakuannya tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang menganggapnya sebagai pahlawan. Walaupun pengakuan tersebut berarti pengakuan bahwa Anji telah berzina dengan ibu Leticia Carlotte Josep.

Ya, begitulah cara pandang masyarakat Indonesia yang tidak lagi menempatkan nilai agama dan norma pada urutan pertama. Padahal perzinahan, dalam Islam, sebuah perbuatan yang haram dan hina. Bahkan, seburuk-buruk orang Islam pun pasti tahu haramnya zina.

Inilah zaman yang sekarang kita hidup. Zaman yang kejahatan zina tersebar di mana-mana dan terlihat sebagai sesuatu yang biasa, sampai-sampai perbuatan ini masuk ke rumah kaum muslimin. Sehingga mudah kita dapatkan seseorang malah bangga ketika anaknya masuk ke rumah dengan menggandeng pacarnya. Kita berlindung kepada Allah dari musibah ini.

Sering juga kita dengar seorang gadis yang hamil di luar nikah. Kita akan melihat ayah dan ibunya sangat bingung dan malu. Namun, ketika ada seseorang yang siap menikahinya maka hilanglah kesedihan dan rasa malu. Bahkan tidak sedikit yang memeriahkan pesta pernikahan anaknya yang sudah mulai terlihat besar perutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebingungan dan rasa malu mereka bukan karena anak gadisnya melakukan zina, tapi karena anaknya hamil dan belum ada yang siap menjadi ayahnya. Na'udzu billah min dzalik!

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya yang tersebar bebas di masyarakat seperti majalah dan film parno, televisi dengan tayangan yang vulgar, sinetron umbar aurat, film layar lebar yang sering dengan bumbu aksi-aksi mesum, dan pertunjukan pornoaksi dalam bungkus hiburan musik, dan media-media lainnya.

Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Berikut ini beberapa keterangan hadits yang membenarkan kesimpulan di atas:

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

"Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna "merebaknya perzinahan" adalah zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. (Disarikan dari Fathul Baari)

Makna "merebaknya perzinahan" : zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina.

Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya."

Dalam hadist Aisyah radliyallah 'anha, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan:

"Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini." (Fathul Baari: 1/179)

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap dien dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.

. . . maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat . .

Zina Dianggap Halal

Pada akhir zaman banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan. Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya. Wal 'iyadl Billah!

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy'ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik." (HR. Bukhari)

Makna yastahilluuna (menghalalkan), menurut Ibnul 'Arabi adalah mereka meyakininya sebagai sesuatu yang halal, sehingga mereka terus-menerus melakukannya tanpa beban, seolah-olah menikmati sesuatu yang halal. (Disarikan dari ucapan Ibnul 'arabi dari Fathul Baari: 16/61 dari Maktabah Syamilah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, "alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini." (HR. Abu Ya'la. Al Haitsami berkata, "perawi-perawinya shahih." Lihat Majmu' Zawaid: 7/331)

Dan pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang yang jelek yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallah 'anhu:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (HR. Muslim)

Gambaran semacam ini sudah nampak di negeri kita, sebagaimana yang dilakukan para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Tapi, jika dibandingkan di Barat mungkin belum lah separah di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan yang di Barat pun akan terjadi di sini, sebagaimana fenomena akhir-akhir ini terjadi, sebagian orang sudah berani merekam perbuatan bejatnya bersama wanita zinanya. Maka mungkin saja, zina di jalan-jalan dapat terjadi.

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (al hadits)

Dari Abdullah bin Umar radliyallah 'anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.”

Fenomena zina di akhri zaman, boleh jadi lebih para daripada yang terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan. Bahkan, orang yang melarang zina dianggap melanggar HAM.

Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma berkata: "Mereka pada masa jahiliyah memandang zina yang lakukan dengan sembunyi-sembunyi tidaklah mengapa. Namun, mereka memandang buruk zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Lalu Allah mengharamkan zina yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan." (Dinukil dari Fathul Baari)

Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan.

Semoga mereka yang sudah terjerumus ke dalam kubangan haram segera kembali ke jalan yang benar. Meninggalkan segala bentuk keharaman dan mencari yang halal. Dan semoga Allah meneguhkan keimanan umat ini dari berbagai fitnah zaman yang menghawatirkan. Ya Allah, Tunjuki kami kepada kebenaran dan berilah kekuatan untuk mengikutinya. Dan palingkan kami dari kebatilan dan anugerahkan kami kekuatan untuk menjauhinya. Amin Ya Mujiibbas Sailiin!!!

(PurWD/voa-islam.com)

Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!


Usai memenangi Piala Afrika 2010 yang baru saja berlalu, Hasan Shehata menjadi rebutan berbagai negara untuk melatih kesebelasan sepak bolanya. Maklum, dengan trofi Piala Afrika 2010 tersebut, artinya Shehata telah mengantarkan Mesir menjadi juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Salah satu yang meminatinya ternyata Israel. Bahkan dunia sepakbola Israel telah banyak menerima kabar ini. Tapi apa tanggapan Shehata?

"Saya lebih suka mati kelaparan daripada melatih Israel," katanya kepada harian Mesir Al-Masry al-Youm, hari ini Selasa (9/2), beberapa jam yang lalu. "Saya bisa mengerti bahwa Israel sangat cemburu akan keberhasilan timnas Mesir. Tapi dari perspektif saya, itu tidak mungkin untuk menginjakkan kaki saya di Israel atau melatih timnya—bahkan jika sekalipun Israel adalah satu-satunya negara di dunia ini yang ingin mempekerjakan saya."

Dia melanjutkan: "Bagaimana Zionis berpikir bahwa saya akan melatih para pembunuh anak-anak dan orang tua? Bagaimana bisa saya bekerja melatih sebuah tim yang mewakili bangsa penjajah?"

"Dari sejak saya dilahirkan, saya telah mendengar tentang pembunuhan Israel terhadap orang-orang Arab, dari tingkat kota hingga ke desa." tambahnya.

Pelatih veteran ini, yang diberi julukan oleh pers Mesir sebagai "Sang Guru", sekarang tampaknya akan lebih berkonsentrasi untuk mengantarkan timnas Mesir lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil.

Hmm, tampaknya, penguasa dan politisi Mesir perlu meniru orang tua ini: katakan tidak pada Yahudi! (sa/hrtz)
voa-islam

Rabu, 21 April 2010

Kartini Bukan “Pahlawan Emansipasi”



Rabu, 21/04/2010 07:59 WIB | email | print | share

Tangal 21 April bagi wanita Indonesia, adalah hari yang khusus untuk memperingati perjuangan RA Kartini. Tapi sayangnya, peringatan tersebut sarat dengan simbol-simbol yang berlawanan dengan nilai yang diperjuangkan Kartini (misalnya, penampilan perempuan berkebaya atau bersanggul, lomba masak dan sebagainya yang merupakan simbol domestikisasi perempuan). Suara emansipasi pun terasa lebih kuat pada bulan April karena Kartini dianggap sebagai pahlawan emansipasi wanita.

Terlepas dari keterlibatan RA. Kartini sebagai pejuang dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia, emansipasi sebenarnya diilhami dari gerakan feminisme di barat. Pada abad ke-19, muncul benih-benih yang dikenal dengan feminisme yang kemudian terhimpun dalam wadah Women’s Liberation (Gerakan Pembebasan Wanita).

Gerakan yang berpusat di Amerika Serikat ini berupaya memperoleh kesamaan hak serta menghendaki adanya kemandirian dan kebebasan bagi perempuan. Pada tahun 1960, isu feminisme berkembang di AS. Tujuannya adalah menyadarkan kaum wanita bahwa pekerjaan yang dilakukan di sektor domestik (rumah tangga) merupakan hal yang tidak produktif. Kemunculan isu ini karena diilhami oleh buku karya Betty Freidan berjudul The Feminine Mystiquue (1963).

Freidan mengatakan bahwa peran tradisional wanita sebagai ibu rumah tangga adalah faktor utama penyebab wanita tidak berkembang kepribadiannya. Ide virus peradaban ini kemudian terus menginfeksi tubuh masyarakat dan ‘getol’ diperjuangkan oleh orang-orang feminis.

Gencarnya kampanye feminisme tidak hanya berpengaruh bagi masyarakat AS pada saat itu, tetapi juga di seluruh dunia. Munculnya tokoh-tokoh feminisme di negeri-negeri Islam seperti Fatima Mernissi (Maroko), Nafis Sadik (Pakistan), Taslima Nasreen (Bangladesh), Amina Wadud (Malaysia), Mazharul Haq Khan serta beberapa tokoh dari Indonesia seperti Wardah Hafidz dan Myra Diarsi kemudian beberapa gerakan perempuan penganjur feminisme, seperti Yayasan Kalyanamitra, Forum Indonesia untuk Perempuan dan Islam (FIPI), Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK), Yayasan Solidaritas Perempuan dan sebagainya, setidaknya menjadi bukti bahwa gerakan inipun cukup laku di dunia Islam. Bahkan tak hanya dari kalangan wanita, dari kalangan pria juga mendukung gerakan ini seperti Asghar Ali Engineer, Didin Syafruddin, dan lain-lain.

Dalam perjuangannya, orang-orang feminis seringkali menuduh Islam sebagai penghambat tercapainya kesetaraan dan kemajuan kaum perempuan. Hal ini dilakukan baik secara terang-terangan maupun ‘malu-malu’. Tuduhan-tuduhan ‘miring’ yang sering dilontarkan antara lain bahwa hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan rumah tangga, seperti ketaatan istri terhadap suami, poligami juga dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan menimbulkan potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sementara itu peran domestik perempuan yang menempatkan perempuan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga dianggap sebagai peran rendahan. Busana muslimah yang seharusnya digunakan untuk menutup aurat dengan memakai jilbab (Q.S Al-Ahzab:59) dan kerudung (Q.S An-Nur:31) dianggap mengungkung kebebasan berekspresi kaum perempuan. Lalu benarkah R.A Kartini dalam sejarahnya merupakan pahlawan emansipasi, sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis?

Andai Kartini Masih Hidup

Dalam buku Kartini yang fenomenal berjudul Door Duisternis Tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, R.A Kartini saat itu menuliskan kegelisahan hatinya menyaksikan wanita Jawa yang terkungkung adat sedemikian rupa. Tujuan utama beliau menginginkan hak pendidikan untuk kaum wanita sama dengan laki-laki, tidak lebih. Ia begitu prihatin dengan budaya adat yang mengungkung kebebasan wanita untuk menuntut ilmu.

Kartini memiliki cita-cita yang luhur pada saat itu, yaitu mengubah masyarakat, khususnya kaum perempuan yang tidak memperoleh hak pendidikan, juga untuk melepaskan diri dari hukum yang tidak adil dan paham-paham materialisme, untuk kemudian beralih ke keadaan ketika kaum perempuan mendapatkan akses untuk mendapatkan hak dan dalam menjalankan kewajibannya. Ini sebagaimana terlihat dalam tulisan Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 oktober 1902, yang isinya, “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Menurut Kartini, ilmu yang diperoleh para wanita melalui pendidikan ini sebagai bekal mendidik anak-anak kelak agar menjadi generasi berkualitas. Bukankah anak yang dibesarkan dari ibu yang berpendidikan akan sangat berbeda kualitasnya dengan mereka yang dibesarkan secara asal?. Inilah yang berusaha diperjuangkan Kartini saat itu.

Dalam buku tersebut Kartini adalah sosok yang berani menentang adat-istiadat yang kuat di lingkungannya. Dia menganggap setiap manusia sederajat sehingga tidak seharusnya adat-istiadat membedakan berdasarkan asal-usul keturunannya. Memang, pada awalnya Kartini begitu mengagungkan kehidupan liberal di Eropa yang tidak dibatasi tradisi sebagaimana di Jawa. Namun, setelah sedikit mengenal Islam.

Pemikiran Kartini pun berubah, yakni ingin menjadikan Islam sebagai landasan dalam pemikirannya. Kita dapat menyimak pada komentar kartini ketika bertanya pada gurunya, Kyai Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat Semarang, sebagai berikut:
Kyai, selama kehidupanku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama dan induk al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan bualan rasa syukur hatiku kepada Allah. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa para ulama saat ini melarang keras penerjemahan dan penafsiran al-Quran dalam bahasa Jawa? bukankah al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”.

Demikian juga dalam surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902 yang isinya memuat, “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.”

Selain itu Kartini mengkritik peradaban masyarakat Eropa dan menyebutnya sebagai kehidupan yang tidak layak disebut sebagai peradaban, bahkan ia sangat membenci Barat. Hal ini diindikasikan dari surat Kartini kepada Abendanon, 27 Oktober 1902 yang isinya berbunyi, “Sudah lewat masamu, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah Ibu menyangkal bahwa di balik sesuatu yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban?”

Selanjutnya di tahun-tahun terakhir sebelum wafat ia menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang bergolak di dalam pemikirannya. Ia mencoba mendalami ajaran yang dianutnya, yaitu Islam. Pada saat Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya dan mengkaji isi Al-Qur’an melalui terjemahan bahasa Jawa, Kartini terinspirasi dengan firman Allah SWT (yang artinya), “…mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) (QS al-Baqarah [2]: 257),” yang diistilahkan Armyn Pane dalam tulisannya dengan, “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Demikianlah, Kartini adalah sosok yang mengajak setiap perempuan memegang teguh ajaran agamanya dan meninggalkan ide kebebasan yang menjauhkan perempuan dari fitrahnya. Beberapa surat Kartini di atas setidaknya menunjukan bahwa Kartini berjuang dalam kerangka mengubah keadaan perempuan pada saat itu agar dapat mendapatkan haknya, di antaranya menuntut pendidikan dan pengajaran untuk kaum perempuan yang juga merupakan kewajibannya dalam Islam, bukan berjuang menuntut kesetaraan (emansipasi) antara perempuan dan pria sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis.

Kini jelas apa yang diperjuangkan aktivis jender dengan mendorong perempuan meraih kebebasan dan meninggalkan rumah tangganya bukanlah perjuangan Kartini. Sejarah Kartini telah disalahgunakan sesuai dengan kepentingan mereka. Kaum Muslim telah dijauhkan dari Islam dengan dalih kebebasan, keadilan dan kesetaraan jender.

Refleksi perjuangan Kartini saat ini sangat disayangkan karena banyak disalah artikan oleh wanita-wanita Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh pejuang-pejuang feminisme untuk menipu para wanita, agar mereka beranggapan bahwa perjuangan feminisme memiliki akar di negerinya sendiri, yaitu perjuangan Kartini. Mereka berusaha menyaingi laki-laki dalam berbagai hal, yang kadangkala sampai di luar batas kodrat sebagai wanita. Tanpa disadari, wanita-wanita Indonesia telah diarahkan kepada perjuangan feminisme dengan membawa ide-ide sistem kapitalisme yang pada akhirnya merendahkan, menghinakan derajat wanita itu sendiri.

Sistem kapitalisme sejatinya telah menghancurkan kehidupan manusia, termasuk kaum hawa (perempuan). Akibat diterapkan sistem kapitalisme terjadi himpitan ekonomi sehingga tidak sedikit perempuan lebih rela meninggalkan suami dan anaknya untuk menjadi TKW, misalnya, meskipun nyawa taruhannya. Ribuan kasus kekerasan terhadap mereka terjadi. Mereka disiksa oleh majikan hingga pulang dalam keadaan cacat badan, bahkan di antaranya ada yang akhirnya menemui ajal di negeri orang. Sebagaimana yang dialami derita seorang TKW asal Palu, Susanti (24 tahun), yang kini tak bisa lagi berjalan karena disiksa majikannya (Liputan6.com, 9/3/2010).

Maraknya perdagangan perempuan dan anak-anak (trafficking) pun terjadi. Pada Desember 2009 ditemukan 1.300 kasus perdagangan manusia dan pengiriman tenaga kerja ilegal dari Nusa Tenggara Timur (Vivanews.com, 15/12/2009). Sekitar 10.484 wanita yang berada di Kota Tasikmalaya Jawa Barat rawan dijadikan korban trafficking.

Pasalnya, mayoritas di antara mereka berstatus janda serta berasal dari kalangan yang rawan sosial dengan taraf ekonomi rendah (Seputar-indonesia.com, 1/4/2010). Di Kabupaten Cianjur Jawa Barat kasus trafficking dan KDRT tercatat 548 kasus. Tidak sedikit dari mereka menjadi korban dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil (PSK) (Pikiranrakyat.com, 23/3/2010). Fakta-fakta tersebut setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa sistem kapitalisme telah gagal dalam memuliakan wanita.

Habis Gelap Terbitlah Islam

Upaya meneladani perjuangkan Kartini seharusnya bukanlah kembali pada ide-ide feminis dengan membawa ide kapitalisme yang absurd melainkan kembali pada sistem syariah Islam (ideologi Islam), yang dalam rentang masa kepemimpinannya selama 13 Abad mampu memposisikan wanita pada kedudukannya yang teramat mulia, maka wajar bila desas desus diskriminasi perempuan ketika diterapkan ideologi Islam tidak pernah terdengar.

Di muka bumi ini, baik laki-laki maupun perempuan diposisikan setara. Derajat mereka ditentukan bukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh iman dan amal shaleh masing-masing.

Sebagai pasangan hidup, laki-laki diibaratkan seperti pakaian bagi perempuan, dan begitu pula sebaliknya. Namun dalam kehidupan rumah-tangga, masing-masing mempunyai peran tersendiri dan tanggung-jawab berbeda, seperti lazimnya hubungan antar manusia.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, laki-laki dan perempuan dituntut untuk berperan dan berpartisipasi secara aktif, melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar serta berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah. laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” Demikian firman Allah dalam al-Qur’an (Q.S al-Ahzab: 35).

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan, bahwa sesungguhnya perempuan itu saudara laki-laki (an-nisâ’ syaqâ’iqu r-rijâl) (HR Abu Dâwud dan an-Nasâ’i).

Meskipun di kalangan Muslim pada kenyataannya masih selalu dijumpai diskriminasi terhadap perempuan, namun yang mesti dikoreksi adalah sistemnya, bukan agamanya. Di tanah kelahirannya sendiri, gerakan feminis dan kesetaraan gender masih belum bisa menghapuskan sama sekali berbagai bentuk pelecehan, penindasan dan kekerasan terhadap perempuan.

Maka sekarang sudah saatnya baik laki-laki dan perempuan berjuang untuk mengganti sistem kapitalisme sekuler dengan sistem Islam yakni dengan menerapkan sistem syariah Islam secara kaffah dalam wadah khilafah Islamiyah sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena hanya dengan sistem syariah Islam saja wanita dimuliakan. Karena itu saatnya habis gelap, terbitlah Islam dengan syariah dan khilafah.

Andi Perdana G; Ketua umum Majelis Ta’lim Al-Marjan FPIK IPB 2007-2008, (Bendahara Umum Lembaga Dakwah Kampus Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (LDK BKIM) IPB 2006-2007, Tim laboratorium dakwah Syiar Kampus IPB 2010), web: http://almarjan.wordpress.com/

Pintu Neraka sudah terbuka di uzbekistan

Sebuah fenomena alam yg memberi kiasan akan sebuah tempat yg pastinya semua orang ingin menghindarinya…. Secenery ini wujud di negara Asia Tengah , Uzbekistan… Menakutkan tapi kemungkinan adalah dari lahar gunung berapi atau mulut gunung berapi tersebut… hanya sebagai tatapan… kalau kita masuk dalam itu… tapi penjelasan sebenarnya begini… Tempat ini adalah di Uzbekistan yg digelar oleh penduduk setempat sebagai Pintu ke Neraka… terletak berhampiran dgn sebuah bandara kecil bernama Darvaz.

Kisah ini bermula kira-kira 35 tahun yg lampau. Seorang ahli geologis telah menggali tempat ini untuk mencari gas asli. Secara tiba-tiba semasa penggalian tersebut, mereka telah terjumpa satu jurang besar di bawah tanah. karena terlalu besar sehingga semua peralatan penggalian tersebut telah masuk ke dalam jurang tersebut. Tiada siapapun yg berani turun ke dalam jurang tersebut disebabkan jurang tersebut dipenuhi gas asli bumi. Untuk menghindari gas bumi yang akan mencemarkan bumi, mereka telah menyalakan api di dalam jurang tersebut dan semenjak dari itu sehingga kini, telah 35 tahun lubang ini terbakar tanpa henti walau sesaat.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3319829

Selasa, 20 April 2010

Ngeri abiez gan

Warga Tak Percaya Pemilu, Golput Menang di Pilkada Kota Semarang


SEMARANG (voa-islam.com) – Sebagian besar rakyat Semarang tak percaya lagi kepada Pemilihan Umum. Mereka lebih memilih golput daripada memilih salah satu kontestan. Dalam pesta demokrasi bertajuk “Pemilihan Walikota Semarang, Jawa Tengah,” angka golput (golongan putih) mencapai 40 persen. Angka ini mengalahkan pemenang sementara pasangan Soemarmo-Hendi (Marhen).

Pasangan Marhen memperoleh suara 34,04 persen atau sekitar 166.173 suara, sedang pasangan Mahfudz Ali-Anis Nugroho di urutan kedua dengan 31,162 persen atau 152.141 suara. Sedangkan Bambang Raya-Kristanto mendapatkan 17,029 persen atau 83.129 suara, disusul Harini-Ari sebesar 9,333 persen atau 45.561 suara sedang pasangan Farchan-Dasih memperoleh 8,433 persen atau 41.169 suara.

Menurut pakar politik Undip, Teguh Yuwono angka golput yang cukup tinggi tersebut dikarenakan beberapa aspek. Di antaranya sikap antipati dari masyarakat yang masih belum merasa yakin terhadap pemimpin, apakah nantinya bisa merubah keadaan Kota Semarang atau tidak.

…masyarakat yang masih belum yakin terhadap pemimpin, apakah nantinya bisa merubah keadaan Kota Semarang atau tidak…

Selain itu, pertimbangan bahwa keikutsertaan dalam pilwakot, tak akan ada pengaruhnya. Pasalnya, mereka percaya telah ada sistem yang mengatur mengenai proses pilwakot ini.

"Untuk menyelenggarakan pilwakot ini pasti sudah ada sistem yang mengatur sehingga mereka percaya dengan adanya sistem tersebut, pilwakot akan berjalan lancar," kata Teguh, Senin (19/4/2010).

Ia menilai anggapan masyarakat mengenai faktor figur yang kurang menjual, menurutnya tidak begitu berpengaruh. Justru, dia menganggap bahwa figur-figur calon walikota dan wakil wali kota saat ini sudah merupakan yang terbaik yang dipunyai Semarang. [taz/mi]

Fatwa Nyelenah Al-Azhar: Menghina Sahabat Nabi Hanya Dosa, Bukan Kufur


Kairo (voa-islam) Lembaga Riset Islam "Badan Fiqih Tertinggi Al-Azhar" diketuai oleh Dr. Ahmed Al-Tayeb Shaikhul Azhar untuk pertama kalinya sejak ia menjadi Syaikhul Azhar menegaskan bahwa "yang menghina para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melakukan dosa besar melihat kepada status yang tinggi bagi para shahabat dalam Islam dan peran mereka dalam kebangkitan umat, dan sangat penting untuk mengambil manfaat dari kehidupan mereka dan warisan mereka untuk membangkitan umat kembali " , dan itu tanpa mengisyaratkan kufurnya penghinaan shahabat nabi, menurut fatwa-fatwa dari beberapa instansi ilmiyah fiqih lain di dunia Arab, yang memutuskan kekufuran yang nyata bagi mereka menghina para shahabat. hal yang dimaklumi bahwa hukuman pelaku dosa besar dalam Islam ditingkatan lebih kecil dari hukuman kekufuran.

Dan lembaga tersebut dalam pertemuan pada hari Rabu kemarin membenarkan untuk tidak memunculkan sepuluh shahabat yang dijanjikan surga dan para rasul dan nabi dalam drama namun diperbolehkan membahas kemungkinan memunculkan salah satu penguasa Islam,itu dinilai sebagai perkembangan baru dalam pendapat Azhar berkaitan dengan munculnya para shahabat dalam drama.

Lembaga tersebut mengakui adanya rekomendasi dari konferensi lembaga yang ke 14, yang diselenggarakan pada bulan Februari lalu terutama menyangkut ketidak syar'ienya memerankan sepuluh shahabat yang dijanjikan surga dalam setiap drama dan itu untuk mengkonfirmasi keputusan lembaga yang lalu dalam hal ini, serta diperbolehkan membahas kemungkinan memerankan salah satu dari penguasa Islam lain dan membahas setiap kasus secara individual dan mengambil pendapat hukum dalam masalah tersebut.

Konferensi yang disebutkan yang membahas kehidupan para shahabat dan menolak syubhat tentang mereka,merupakan konferensi terakhir yang dihadiri oleh DR Mohamed Sayed Tantawi, Sheikh Al-Azhar yang lalu, dan memutuskan untuk mempercayakan Mufti Negara DR Ali Jumah,untuk menyusun draft akhir dari rekomendasi Konferensi kemudian dikirim kepada instansi terkait.

Pertemuan Rabu ini adalah yang pertama dari DR Tayeb bagi lembaga tersebut setelah ia menduduki jabatan Syaikh Al-Azhar dan dihadiri oleh Menteri Urusan Waqaf dan Mufti Negara.

Perlu diingat bahwa DR Ahmad Tayeb sebelum menjabat Syaikhul Azhar merupakan figur yang berpenampilan kebarat-baratan dengan stelan jas dan tanpa berjenggot, namun setelah menjabat sebagai Syaikhul Azhar beliau mengatakan kepada "Alarabiya.net" bahwa dia akan membiarkan jenggotnya "karena sudah menjadi tradisi bahwa Syaikhul Azhar berjenggot, dan itu sesuatu yang dituntut, sebagaimana dituntut juga memakai pakaian resmi Al Azhar, meskipun saya berpendapat itu bukan wajib atau fardhu dan tidak juga haram apabila saya memakai pakaian ala barat, tetapi itu akan berbenturan dengan perasaan publik, dan syariat menghormati dan menghargai perasaan publik, dan tidak boleh keluar dari perasaan publik, jadi masalahnya bukan halal atau haram menurut tingkatan kebiasaan, dan tradisi dihargai syara dan syariat"

Dikatakan juga beliau pernah menfatwakan boleh menghidangkan minuman keras kepada non muslim dinegeri barat sewaktu menjabat Mufti Mesir tahun 2002-2003.

Begitu pula beliau termasuk yang membolehkan sholat dimasjid yang ada kuburan, beliau juga menyukai ajaran sufisme. [ar/alarabiya]

"Khyber pass", TEMPAT indah nan mencekam !!!



tempat ini merupakan tempat dengan pemandangan indah dengan situasi mencekam



ada sebuah celah pegunungan yang sangat termahsyur di dunia. celah itu menghubungkan antara Asia Tengah dan Asih Selatan. celah sempit itu sangat terkenal karena dijadikan sebagai jalan pintas bagi para penakluk dunia



celah ini terdapat di pegunungan hindu kush. letaknya di perbatasan negara pakistan dan afganistan. celah itu merupakan jalanan berkelok-kelok naik-turun, menembus lekuk pegunungan. jalanan ini menghubungkan kota Peshawar di Pakistan dengan kota Kabul di Afganistan. lebar jalan khyber pass ini bervariasi. ada yang 3 meter sampai dengan 137 meter. panjang jalan ini sekitar 53 kilometer (jakarta-karawang lah gan) sedangkan puncak tertingginya mencapai 1072 meter di atas permukaan laut. jadi anggapannya bagai bentangan jalan di awan

Sepanjang Sejarah Khyber Pass
Khyber Pass sendiri memiliki sejarah panjang. Kawasan ini merupakan daerah pegunungan penting yang menghubungkan Pakistan dan Afghanistan, serta lokasi pertahanan yang strategis. Selain itu, tempat ini juga merupakan rute perdagangan terpenting bagi para saudagar dari Asia Tengah ke Asia Selatan. Ketika Iskandar Agung (Alexander The Great) melakukan invasi ke Asia Selatan, pasukannya juga melewati kawasan ini selain menelusuri Sungai Kabul.

Dalam versi lain, Khyber Pass merupakan rute bagi migrasinya bangsa Indo-Arya ke India. Ketika tentara Inggris melakukan invasi ke Afghanistan dalam tiga kali Perang Afghanistan pada 1839-42, 1878-80, dan 1919, mereka juga melalui jalur ini.

jadi tak heran jika khyber pass menjadi wilayah paling bersejarah di dunia gan

Wilayah TANPA HUKUM
sebelum memasuki khyber pass dari kota Peshawar, kita akan melewati baab-i-khyber atau gerbang khyber. gerbang ini mirip dengan gerbang benteng di Eropa sana.



setelah melewati gerbang tersebut, bersiaplah anda sekalian untuk masuk ke wilayah berbahaya



kita bisa melihat papan yang menyatakan bahwa kita telah masuk wilayah berbahaya. di daerah sana juga sering terjadi peperangan. wilayah itu merupakan tempat persembunyian tentara gerilyawan Afganistan. jadi agan jangan heran kalo melihat orang-orang sana berlalu lalang sambil memegang senjata ya

Berbahaya, tapi Mempesona



Tidak semua orang bisa memasuki wilayah ini. harus ada izin khusus. pengunjung juga harus menggunakan kendaraan pribadi dan harus di kawal oleh Keshadar yaitu tentara bersenjata Khyber Pass. walaupun berbahaya, makin banyak saja turis yang datang untuk melewati celah indah nan mencekam itu











sumber :http://www.kaskuserz.com/forum/Khyber-pass-indah-nan-mencekam