Tampilkan postingan dengan label Palestine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestine. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

Al-Quds…..Sepotong Tanah Suci Yang Terus Dicabik…


Para penguasa Arab menutup KTT Arab yang ke 22 pada tanggal 22 Maret 2010 lalu, yang diselenggarakan do lpta Sirte, Libya. Resolusi-resolusi KTT dipenuhi oleh paragraf lama yang di perbaharui seputar upaya perdamaian, yang kesemuanya hanya sekedar kata-kata kosong. Di antaranya, masalah Al-Quds, mereka dengan bangga mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan strategi untuk membebaskan Al-Quds yang mereka fokuskan pada 3 (tiga) poros, yaitu ; Politik, Perundingan-perundingan dan Finansial.

Mereka menyerukan agar Dewan Keamanan PBB memikul tanggung jawabnya sekaligus bergerak mengambil langkah-langkah dan mekanisme yang diperlukan untuk penyelesaian pertikaian Arab – Israel. Mereka memutuskan untuk mengarahkan resolusi kepada Mahkamah Kejahatan Internasional untuk menghakimi kejahatan Israel di kota-kota yang disucikan oleh umat Islam, mendukung Al-Quds dengan dana setengah milyar dolar untuk menghadapi rencana-rencana pemukiman Israel, seolah mereka berlomba secara ’hangat’ untuk menyampaikan kecintaan atas Al-Quds dan pujian atas Al-Aqsa.

Pertanyaannya, bisakah Al-Quds dibebaskan dengan perundingan umum yang tidak memiliki kekuatan sedikitpun? Bisakah Al-Quds dibebaskan dengan dukungan finansial yang tidak akan bisa sampai ke Al-Quds kecuali di bawah pengawasan Yahudi? Bisakah Al-Quds dibebaskan dengan seruan kepada Dewan Keamanan PBB yang justru telah mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina? Bisakah Al-Quds dibebaskan dengan mengajukan tuntutan kepada Mahkamah Internasional yang tidak bisa memutuskan kebenaran atau menolak kebathilan? Cukupkah membebaskan Al-Quds dengan ucapan hangat sementara pemilik ucapan tersebut justru membuka kedutaan untuk negara Yahudi di negaranya bahkan mengundang pembantai Al-Quds ke negerinya?

Sungguh yang bisa membebaskan Al-Quds adalah seorang panglima yang ikhlas dan bertakwa pada Rabb-nya, yang membenarkan Rasul-NYA serta memimpin tentara kaum muslimin dan orang-orang yang mampu bergabung di dalam pasukan kaum muslimin.

Satu-satunya bahasa yang dapat difahami oleh kaum kafir yahudi untuk membebaskan Al-Quds hanyalah ”JIHAD”.

Ummu Sumayyah
Jagakarsa – Jakarta selatan

[muslimdaily.net]

Sabtu, 27 Maret 2010

Potret Gaza Sebelum dan Sesudah Perang


Jalur Gaza adalah sebuah daerah kecil di sebelah barat daya Israel. Pada akhir perang Arab-Israel di tahun 1948, daerah ini diduduki Mesir. Tetapi pada Perang Enam Hari, daerah ini ditaklukkan Israel.

Sebagian besar daerah ini dan Tepi Barat dikontrol Otoritas Nasional Palestina.

Mulai tanggal 15 Agustus 2005, Israel mengundurkan diri dari Jalur Gaza. Semua pemukiman Yahudi di daerah digusur Tentara Israel.

Pada saat ini tertanggal 27 Desember 2008 di Gaza terjadi perang antara Hamas dan Israel. Perang itu bertujuan untuk membasmi Hamas yang mengakibatkan Palestina menderita lebih dari 1.350 warga terbunuh dan 10.249-an warga mengalami luka-luka. Sementara pihak Israel terjadi korban sebanyak 80 orang yang diklaim oleh Hamas.

Kalau lihat yang ini pasti kalian kagum

















sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3640181