Rabu, 05 Mei 2010

Sikap Masyarakat Umum Rusia Terus Menyudutkan Gadis-Gadis Muslimah


MOSKOW - Pandangan negatif masyarakat Rusia terhadap umat Islam akhir-akhir ini semakin mempersulit ruang gerak gadis-gadis muslim, terutama di Moskow. Gadis-gadis di ibukota Rusia tersebut mengakui dalam beberapa tahun terakhir mereka memutuskan untuk lebih banyak tinggal di rumah untuk menghindari tindakan-tindakan xenophobia yang semakin hari semakin marak.

Sebuah kisah memprihatinkan dari dari Elena Hanyang mungkin dapat menjadi contoh tentang xenophobia tersebut.

Suatu hari dengan mengenakan jilbabnya, Elena mencoba berjalan-jalan ke kota Moskow. Saat tiba di sana, ia heran ketika melihat sikap masyarakat kepadanya yang begitu berbeda dibandingkan kepada gadis-gadis muslimah yang tidak mengenakan jilbab.

Tapi Elena tetap meneruskan perjalanannya tanpa berpikir panjang lagi. Saat tiba di jantung kota Moskow, ia melihat semua orang memandang ke arahnya walaupun hanya sekilas. Saat ia berjalan di tengah-tengah keramaian, masing-masing orang mulai menampakkan ketakutan dan kemarahan mereka, ada yang berpaling dan ada pula yang memilih berjalan di sisi yang berlawanan. Walaupun mereka tidak bertindak kasar, tetapi banyak dari mereka yang menampakkan wajah penuh kemarahan.

Tibalah saat Elena harus naik kereta bawah tanah. Saat tiba di stasiun bawah tanah, ia segera membeli tikat. Tapi tidak disangka ketika ia meminta tiket ke petugas loket penjualan, ia mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan. Petugas tersebut dengan bergidik melemparkan uang Elena sambil mengatakan tidak akan menjual tiket kepadanya. Walupun begitu, Elena tetap berusaha mendapatkan tiket tersebut. Alhamdulillah, ia beruntung, karena petugas di loket lain mau memberinya tiket.

Saat menaiki kereta, Elena sudah mulai terbiasa dengan tatapan para penumpang, karena baginya itu sekedar tatapan. Tapi begitu ia turun, suasana menjadi tegang karena beberapa polisi penjaga stasiun memandanginya penuh kecurigaan. Bersama anjing pelacak, mereka menunjuk-nunjuk Elena seolah-olah ingin menangkapnya.

Saat menaiki ekskalator menuju pintu keluar, Elena segera dihadang para penjaga tersebut. Tapi beruntung saat akan diperiksa, ia dapat memberikan argumen-argumanen yang cerdas untuk menghindari pemeriksaan yang sering menyudutkan hanya karena seseorang memakai jilbab.

Dari kisah Elena, kasus xenophobia sepertinya memang akan terus terulang. Apalagi saat dikonfirmasi perihal pemeriksaan ketat yang diterapkan kepada para pengguna jasa transportasi umum, pejabat keamanan di Moskow mengatakan pihaknya akan terus menerapkan prosedur pemeriksaan yang sudah ada, terutama kepada pengguna yang membawa tas besar.

[muslimdaily.net/Cno]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar