Rabu, 05 Mei 2010

Penjaga Penjara Israel Robek Al Quran


Perobekan kitab suci Al-Quran oleh penjaga penjara Israel telah memicu kemarahan di Palestina terhadap rejim Tel Aviv.

Seorang penjaga penjara Israel di penjara Ashkelon menyita Al Quran milik tahanan Palestina di sel dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.

Hakim Ketua Otoritas Palestina Sheikh al-Tamimi Tayseer mengeluarkan pernyataan pada insiden yang terjadi Senin dengan mengutuk keras penghinaan terhadap lambang kesucian Islam tersebut,yang berulang kali dilakukan oleh pasukan penjajah Israel.

"Tindakan ini menunjukkan tingkat ekstremisme, kebencian agama dan rasisme di Israel," katanya.

Syekh tersebut mengatakan itu bukan kali pertama di mana pasukan penjajah Israel menodai Al Quran, setelah berulang kali melakukannya di kamp pengungsi al-Arroub dan di penjara Megiddo.

Syeikh Tamimi menekankan bahwa buku-buku keagamaan, termasuk Al Quran, harus dihormati oleh semua pemeluk agama.

"Tapi penjaga Israel tidak melakukannya," sesalnya.

Di waktu dan tempat yang berbeda, sebuah masjid di Tepi Barat bagian utara dibakar sebelum fajar pada hari Selasa oleh sekelompok orang yang diduga kuat adalah pemukim liar Yahudi.

Pada tanggal 14 April, sebuah masjid di Huwara dekat Nablus dinodai oleh pemukim liar Yahudi yang dengan grafiti Ibrani dan Bintang Daud di dinding masjid, demikian keterangan sumber keamanan Palestina. Dua mobil juga dibakar dalam insiden ini.

Pada bulan Desember, pemukim liar Yahudi merusak masjid di desa Yasuf, di utara Tepi Barat. Membakar Al Quran dan menulis pesan-pesan kebencian dalam bahasa Ibrani.
[muslimdaily.net/ptv]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar